| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1218955| Dua BUMN Semen Ekspansi Rp 7 Triliun |
|
|
| Wednesday, 11 March 2009 | |
|
Oleh Andryanto Suwismo
JAKARTA - Dua BUMN produsen semen, yakni PT Semen Tonasa dan PT Semen Padang, memulai pembangunan pabrik baru tahun ini dengan nilai investasi sekitar Rp 7 triliun. Semen Tonasa memulai pembangunan pabrik Tonasa V berkapasitas 2.3 juta ton per tahun di Pangkep, Sulawesi Selatan, April 2009. Sedangkan Semen Padang memulai pembangunan Indarung VI di Padang dengan kapasitas yang sama akhir tahun ini. Kedua pabrik baru itu diharapkan bisa mengatasi ancaman defisit pasokan semen di dalam negeri pada 2011. Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian (Depperin) Tony Tanduk mengatakan, kedua pabrik baru itu diperkirakan beroperasi pada kuartal IV 2011. "Pabrik Tonasa V akan dibangun lebih dahulu dengan jadwal ground breaking pada April 2009," paparnya di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurut dia, jika pabrik Tonasa V dibangun dengan mesin dan peralatan pendukung dari Tiongkok, nilai investasinya akan lebih murah sekitar Rp 2,87 triliun. Mesin dan peralatan produksi semen dari Tiongkok hanya membutuhkan investasi US$ 125 per ton sesuai kapasitas pabrik. Sedangkan mesin dan peralatan produksi semen dari Eropa butuh biaya investasi lebih mahal USS 150 per ton atau Rp 3,45 triliun. "Soal pembiayaan, saya dengar, pa-brik Tonasa V akan dibangun dengan kas internal sekitar 30%. Sisanya kemungkinan besar pinjaman perbankan nasional," tuturnya. Secara terpisah, Dirut PT Semen Tonasa Sattar Taba menjelaskan, groundbreaking pabrik Tonasa V akan dilakukan oleh Presiden RI Susilo BambangYudhoyono. "Rencananya Presiden akan hadir," kata dia. Saat ini, SemenTonasa mengoperasikan tiga dari empat pabrik yang ada, yakni SemenTonasa II. IH, dan FV. Semen Tonasa D dan IC masing-masing memproduksi590 juta ton dan Semen Tonasa IV menghasilkan 2,3 juta ton per tahun.Sehingga total produksinya 3.48 juta ton. Sedangkan Pabrik Semen TonasaI yang dibangun pada 1968 sudahdihentikan operasinya pada 1984 karenatak efisien lagi. Selain Tonasa V, lanjut Tony, Semen Padang berencanamembangun pabrik semen baru Indarung VI dengan kapasitas produksi 2,3juta ton per tahun. Namun, proyek pembangunan pabrik baru itu masihterkendala masalah lingkungan. "Memang ada kendala untuk Indarung VI,karena lahan bahan baku yang ada dianggap masuk dalam area hutanlindung. Pihak manajemen Semen Padang sedang membicarakannya denganDepartemen Kehutanan," tuturnya. Semen Padang saat ini memiliki empatunit pabrik (Indarung II-V) dengan kapasitas total produksi 5,24 jutaton per tahun. Pabrik Indarung II dan ID yang telah berusia sekitar 30tahun memiliki kapasitas produksi masing-masing hanya 2.300 ton perhari, sedangkan Indarung IV sekitar 5.700 ton per hari, dan Indarung Vsekitar 8.200 ton per hari. Ekspansi Swasta Di sisi lain, Tony menerangkan, produsen semen swasta seperti PT SemenAndalas serta PT Semen Bosowa juga terus memperluas usaha. PT SemenAndalas milik grup Lavarge Prancis akan menyelesaikan rekonstruksipabrik di Aceh dengan investasi sekitar US$ 175 juta. "Prosesrekonstruksi PT Semen Andalas di Aceh akan selesai akhir tahun ini. Ituberarti, ada tambahan produksi nasional sekitar 1,4 juta ton,"paparnya. Sedangkan PT.Semen Bosowa telah memaksimalkan pabrikpengolahan semen (cement mill) di Provinsi Batam dengan kapasitas 1juta ton per tahun. Tony menilai, dengan banyaknya rencana investasibaru di sektor industri semen tahun ini, ancaman defisit pasokan sementidak akan terjadi. Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI)UripTrimuryono juga menilai, jika ada satu pabrik baru semen yang sudahmulai beroperasi, ancaman defisit kebutuhan semen pada 2011 mendatangtidak akan terjadi. Untuk itu, sangat penting untuk meningkatkankapasitas produksi semen nasional saat ini. "Kalau satu pabrik semenbaru berproduksi, shortage semen akan mundur menjadi 2013," paparnya. |











