| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1218965| Presiden Minta Stimulus Dikucurkan April Ini |
|
|
| Wednesday, 11 March 2009 | |
|
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar paket stimulus ekonomi segera dikucurkan untuk menggerakkan sektor riil. Presiden meminta kementerian dan lembaga penerima dana stimulus telah mencairkan dananya pada bulan depan. "Saya sudah meminta 11 menteri yang mendapatkan porsi besar dalam paket stimulus ini agar segera dialirkan. Kita ingin April bulan depan sudah mengalir," kata Presiden dalam pembukaan sidang pleno Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta kemarin. Keterlambatan dari departemen dan kementerian mencairkan dana stimulus, kata dia, akan menghambat proses stimulasi pertumbuhanekonomi dan antisipasi dampak krisis ekonomi. "Rp 73,3 triliun bukan angka yang sedikit," katanya. Ia berharap program tersebut akan menciptakan lapangan pekerjaan dan meredam dampak krisis global. Presiden mentargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sekitar 4,5 persen. Pertumbuhan pada 2007 sebesar 6,3 persen dan 2008 sebesar 6,1 persen. "Drop hanya 0,2 persen, mudah-mudahan, dengan kerja keras kita bersama, tahun ini pertumbuhan kita tidak lebih rendah dari 4,5 persen," katanya. Ia juga kembali menekankan perlunya memperkuat ekonomi domestik dan kandungan ekspor kita dalam komponen pertumbuhan. Sebab, jika pasar dunia menciut, ekspor akan jatuh dan pertumbuhan ekonomi akan terpuruk. Lebih lanjut, Presiden juga menyebutkan perlunya memperkuat sektor-sektor fundamental, misalnya pangan dan energi. "Menghadapi volatilitas harga pangan dan energi yang tidak bisa kita pastikan, kita perlu membangun sistem, memperkuat kita punya kemandirian di kedua komoditas itu," katanya.
Ketua Hipmi Erwin Aksa juga meminta pemerintah segera mengucurkan paket
stimulus ekonomi yang telah disetujui parlemen. "Bagi kami,
berlarut-larutnya alokasi tersebut akan membuat dunia usaha semakin
terpuruk," katanya. Di tengah situasi ekonomi globaldan domestik yang
memburuk dan menurunnya daya beli masyarakat, ujarnya, diharapkan paket
stimulus tersebut bisa merangsang bergeraknya sektor riil yang akan
menopang pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, Erwin meminta pemerintah
segera mempercepat tender dan penunjukan proyek agar stimulus segera
terserap. Pemerintah juga diminta membuat kebijakan khusus soal tender
dan penunjukan ini. Erwin melanjutkan, penyerapan stimulus bisa dinilai
efektif jika proyek sudah dianggarkan. "Sayangnya, sekarang masih
terkendala, prosesnya masih lambat," ujarnya saat dihubungi Tempo,
Senin lalu.
|











