| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293199| Mendag Manfaatkan Misi Dagang |
|
|
| Thursday, 12 March 2009 | |
|
OLEH MARIA V. BENYAMIN
Bisnis Indonesia JAKARTA Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengajak para pengusaha untuk ikut dalam misi dagang ke luar negeri, seiring dengan rencana pemerintah menyasar pasar-pasar yang prospektif bagi pertumbuhan ekspor Indonesia. Menurut Mari, pemerintah tengah menyasar pasar di negara-negara yang paling kecil terkena dampak krisis global, seperti Timur Tengah, Asia Tenggara, Rusia, Afrika, hingga negara-negara Asia Tengah. "Mereka cukup prospektif bagi negara kita [perkembangan ekspor). Kalau ke Amerika dan Eropa percuma karena dampak krisisnya terlampau besar. Bagi kalangan pengusaha yang mau ikut dalam misi dagang tersebut, kami persilakan," kata Mari dalam dialog interaktif dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), kemarin. Beberapa produk Indonesia yangpotensial untuk dikembangkan di pasar-pasar tersebut, menurut Mari, adalah makanan dan minuman, furnitur, dan jasa konstruksi. Sebelumnya, Kepala Badan Peningkatan Ekspor Nasional (BPEN) Bachrul Choiri mengatakan pemerintah memang tengah gencar membidik negara-negara baru yang potensial bagi pengembangan ekspor Indonesia, menyusul semakin tertekannya volume dan nilai ekspor akhir-akhir ini. Langkah tersebut, ujarnya, diperlukan guna mendongkrak kembali nilai ekspor Indonesia yang kini lagi tertekan akibat melemahnya permintaan. Bachrul menuturkan delegasi Departemen Perdagangan saat ini aktif melakukan kunjungan ke luar negeri untuk melihat potensi ekspor yang bisa dikembangkan. Manfaatkan FTA Dalam kesempatan yang sama, Mendag juga mengharapkan peng-usahamemanfaatkan kerja sama perdagangan bebas (free trade aggreement/FTA)antara Indonesia dan beberapa negara lainnya, khususnyaAsean-Australia-New Zealand Free Trade Aggreement (AANZ-FTA) yang baruditeken belum lama ini. Dengan ditekennya kerja sama itu, Indonesiamemperoleh akses pasar ke dua negara tersebut sama sepertinegara-negara pesaing lainnya. Menanggapi hal ini, Ketua Hipmi ErwinAksa mengharapkan pemerintah berupaya kuat memproteksi pasar dalamnegeri dari membanjirnya produk-produk impor sebagai konsekuensi dariditekennya sebuah kerja sama. Menurut Erwin, Indonesia memiliki potensipasar yang sangat besar. Potensi pasar tersebut, jika tidak diproteksidengan baik, hanya akan menjadi sasaran empuk bagi negara-negara lainyang ingin memasarkan produknya. |











