| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1219269| Kadin Berkeras Minta Tax Holiday |
|
|
| Thursday, 12 March 2009 | |
|
OLEH DEWI ASTUTI
Bisnis Indonesia JAKARTA Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah meloloskan pemberian fasilitas pembebasan perpajakan [tax holiday) seperti diusulkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat mengatakan fasilitas tersebut perlu diberikan untuk menarik minat penanaman modal khususnya dari dalam negeri dalam , kondisi krisis keuangan dan ekonomi seperti saat ini. "Saya setuju. Yang penting ada insentif terhadap tax. Dalam situasi sulit seperti ini, ada orang yang mau investasi, apa pun yang diminta mestinya dipertimbangkan," ujarnya kemarin. Menurut dia, Pemerintah Indonesia seharusnya meniru negara lain yang telah menerapkan kebijakan tersebut guna menarik minat para investor. Bahkan di China, pemerintah setempat berupaya memenuhi permintaan kalangan pengusaha nasional. Sebelumnya Kepala BKPM M. Lutfi meminta Departemen Keuangan mengeluarkan fasilitas fax holiday untuk mendorong daya saing investasi di Tanah Air. Dia mengatakan fasilitas serupa telah terlebih dahulu dilaksanakan oleh Uni Emirat Arab, Singapura, Taiwan, dan Korsel. Fasilitas tax holiday atau pembebasan pajak kepada calon pemodal hingga waktu tertentu yang diterapkan di negara-negara tersebut diyakini telah mendorong hengkangnya para investor di RI untuk memindahkan kegiatan investasinya ke negara-negara itu. Namun, Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution menilai seandainya pun ada fasilitas tersebut, tidak akan menjamin investor mau berinvestasi di negeri ini. "Kondisi begini kok ngomong tax holiday. Diupahin saja orang-orang [investor] belum tentu mau investasi sekarang," katanya akhir pekan lalu.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)
Erwin Aksa menuntut pemerintah memberikan insentif penanaman modal yang
lebih menarik bagi kalangan investor. "Kita harapkan sekarang
pemerintah berupaya memberi insentif untuk daya tarik investor agar mau
investasi di sini, apakah dengan tax holiday atau insentif-insentif
lain. Yang penting bagaimana iklim investasi kita lebih menarik." Tax
holiday, kata Erwin, dapat diberikan untuk industri strategis seperti
listrik, pabrik semen, atau industri yang banyak memakai bahan baku
impor untuk kepentingan konsumsi dalam negeri. Selain itu, lanjutnya,
tax holiday juga perlu untuk sektor hulu yang berbasis sumber daya alam
yang saat ini lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah sehingga
kurang memiliki nilai tambah.
|











