| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 694086| Pemilu Tak Goyahkan Jasa Marga |
|
|
| Wednesday, 01 April 2009 | |
|
OLEH ARIF GUNAWAN S. Wartawan Bisnis Indonesia Menjelang pemilihan umum (pemilu), resiko politik di balik saham perusahaan pelat merah umumnya membuatpelaku pasar ekstra berhati-hati. Namun, bagi PT Jasa Marga Tbk (JSMR), sentimen politik ini terlibas oleh kekuatan kinerja fundamental. Dalam laporan risetnya baru-baru ini, analis PT Citigroup Securities Indonesia David Fergusson mengakui rekomendasi untuk menghindari saham BUMN menjelang pemilu memang sering terdengar. Saran tersebut membuat pemodal mengkhawatirkan risiko terjadinya intervensi di jajaran direksi, penetapan tarif, dan penentuan proyek, sehingga melepas saham pelat merah untuk menghindari risiko tersebut. "Namun, salah jika pendapat yang persuasif dan sederhana itu dikenakan kepada saham JSMR. Sebagai pemain jalan tol yang menerapkan swastanisasi, Jasa Marga memiliki potensi efisiensi pasca privatisasi," tuturnya. Dari sisi kinerja, lanjutnya. Jasa Marga menawarkan ekspektasi pertumbuhan pendapatan kuat. "Kami nyaman dengan pertumbuhan volume lalu lintas sebesar 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu." Sejalan dengan proyeksi analis broker asing ini, pelaku pasar mengantisipasi kinerja positif Jasa Marga dengan mengoleksi saham perseroan di pasar 3 hari menjelang pengumuman laporan keuangan 2008.
Berawal dari level harga Rp850 per saham pada 20 Maret, saham JSMR terbang 9,4% menjadi Rp930 pada 25 Maret, persis ketika perseroan memublikasikan laporan keuangan. Manajemen melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 154,6% ke posisi Rp707,8 miliar, dari posisi setahun sebelumnya Rp278 miliar. Berdasarkan fakta tersebut, investor pun merealisasikan keuntungan pasca terkonfirmasinya ekspektasi (sell on news). Harga saham BUMN ini pun melemah 3 hari berturut-turut sebesar 3,3%. sehingga kemarin ditutup di level Rp900 per saham. David memproyeksikan harga saham Jasa Marga akan beranjak mendekati target harganya Rpl.330 dalam setahun ke depan. Faktor politik dinilai sebagai risiko jangka menengah yang membayangi target harga tersebut, dan bukannya jangka pendek. "Akankah komposisi dewan direksi diubah terkait dengan pergantian kekuasaan? Akankah kementerian BUMN mengubahtim manajemen terutama terkait dengan momen pemilu?" Tol baru Dalam laporan terpisah, analis PT Danareksa Sekuritas Chandra S. Pasaribu mengapresiasi upaya Jasa Marga, sebagai pemain utama bisnis jalan tol. membidik dua seksi jalan tol baru ataupun menambah kepemilikannya di tol yang lama. Sejak berdiri pada 1978 dengan selesainya pembangunan jalan tol Jakarta-Bogor, Jasa Marga hingga kini memiliki hak konsesi atas 13 jalan tol di Indonesia, sepanjang 496 km. "Dengan memperluas jaringan tol, Jasa Marga mengekspektasikan penumbuhan volume yang lebih baik dari seksi jalan tol baru dan seksi lama," ujarnya. Baru-baru ini, perseroan mengumumkan rencana kenaikan kepemilikan saham di empat jalan tol, salah satunya adalah jalan tol Marga Nujyasumo Agung (MNA) yang menghubungkan Surabaya-Mojokerto Jawa Timur sepanjang 37 kilometer (km). Tidak cukup dengan itu, mereka juga berencana menaikkan kepemilikan saham di perusahaan pemegang konsesi jalur lingkar luar Jakarta 1 JORR W1, JLB II ruas Cengkareng-Kunciran, dan ruas Kunciran-Serpong. Pemegang saham proyek seksi Barat 2 adalah Bangun Tjipta Sarana, Rekadaya Adicipta, dan Margautama Nusantara (milik group Bosowa). Danareksa memperkirakan Jasa Marga membeli 23% saham perseroan dengan pengerjaan konstruksi Rp 180,6 miliar. Di sisi lain, Jasa Marga memiliki saham minoritas di jaringan jalan tol Citra Marga Surabaya (CMS) yang menghubungkan bandara Juanda dengan Surabaya. Sayangnya, volume lalu lintas tol yang dikendalikan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) ini hanya seperlima dari ekspektasi awal sehingga neraca kas operasional menjadi sangat rendah. (arif.gunauan®bisnis.co.id) |











