| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1220341| Mandiri Segera Lelang Aset Domba Mas |
|
|
| Tuesday, 31 March 2009 | |
|
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk menunggu pelunasan utang Domba Mas sebesar Rp 1,3 triliun. Bila tidak ada pelunasan, bank BUMN itu segera melelang aset debitor kakap itu dengan mengundang investor strategis. Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, akibat krisis keuangan global, beberapa debitor kakap yang berjanji melunasi utangnya terpaksa batal. Tahun ini kami tetap mengejar utang Domba Mas," kata dia di sela paparan kinerja Bank Mandiri di Jakarta, Senin (30/ 3). Seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, kata dia, Mandiri terus memantau kinerja debitor yang pernah direstrukturisasi karena dianggap rentan. Tahun lalu, bank pelat merah itu berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross menjadi 4,7% dari periode sama tahun lalu sebesar 7,2%, sedangkan NPL nett per Desember 2008 sebesar 1,09% dari 1,51% tahun sebelumnya. Direktur Spesial Aset Manajemen Bank Mandiri Abdul Rahman mengaku. Domba Mas merupakan salah satu debitor kakap yang terus dikejar karena nilai utangnya cukup besar. Pada 2007, perusahaan itu telah melakukan pembayaran dan berjanji melunasi utangnya pada 2009 dengan cara menjual aset salah satu hotel di kawasan Casablanca Jakarta. "Tadinya, mereka akan dapat kreditor baru dari salah satu bank asing, tapi akhirnya batal karena krisis," ujar dia. Abdul Rahman mengaku, sepanjang 2008 pihaknya berhasil mengumpulkan utang debitor bermasalah sebesar Rp 1,96 triliun. Debitor kakap yang sudah melunasi di antaranya Oso Bali, sedangkan Bosowa masih dalam tahap restrukturisasi. Tahun ini kami juga akan melelang aset Suba Indah," katanya. SVP Credit Recovery I Group Bank Mandiri E Wiseto Baroto mengatakan, Suba Indah sudah pailit sejak Agustus 2008. Setelah tiga kali melakukan lelang aset, hingga saat ini belum ada investor yang berminat Nilai utang pokok Suba Indah mencapai Rp 680 miliar, sedangkan nilai aset perusahaan tersebut diperkirakan lebih rendah dibandingkan utang pokoknya. Selain itu, Bank Mandiri tersebut juga telah berhasil menyelesaikan lelang aset debitor-debitor bermasalah, seperti Djayanti, Tong Yang, dan Great River. Namun, penjualan aset itu belum menutup kewajiban yang harus dibayarkan pada bank, (tya)
|











