| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1218961| RI Butuh Tambahan Kapasitas Produksi |
|
|
| Tuesday, 31 March 2009 | |
|
JAKARTA - Indonesia membutuhkan penambahan kapasitas produksi semen guna menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Tanpa penambahan, pada 2012, dikhawatirkan terjadi kelangkaan semen. Saat ini, kapasitas terpasang sekitar 40 juta ton/tahun, sedangkan permintaan pada 2008 sebanyak 38 juta ton. Menurut Urip Timuryono, ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI), krisis finansial global menyebabkan rencana ekspansi produsen semen menjadi tersendat "Namun, Semen Tonasa dan Semen Gresik tetap melanjutkan ekspansi," tutur Urip, di Jakarta, Senin (30/3). Semen Tonasa berniat membangun pabrik Tonasa V berkapasitas 2,3 juta ton per tahun di Pangkep, Sulawesi Selatan, sedangkan Semen Gresik berencana membangun pabrik berkapasitas 2,5 juta ton di Pati, Jawa Tengah.
Sebagaimana diberitakan, PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk terpaksa menunda ekspansi karena belum meredanya krisis finansial. Urip berharap, penundaan tidak berlangsung lama. "Nanti bisa tertinggal dan pangsa pasar diambil oleh pesaing," papar dia. Menurut dia, departemen perindustrian seyogyanya memberi motivasi terhadap para produsen dengan membeberkan fakta di lapangan. Sementara itu, Erwin Aksa, dirut PT Semen Bosowa Maros (Bosowa) menuturkan, sepanjang 10 tahun terakhir tidak ada investasi dari pabrikan semen untuk membangun pabrik dengan kapasitas signifikan. "Investasi untuk satu pabrik membutuhkan dana sekitar USS 300 juta. Belakangan ini ada niat dari pabrikan untuk ekspansi. Hal itu memberi indikasi positif," papar dia. (ed) |











