| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1219059| Menjelajah Titik Terdepan Wilayah Timur NKRI |
|
|
| Sunday, 15 November 2009 | |
|
Makassar, 15 November 2009 – Ekspedisi Garis Depan Nusantara (Penjelajahan dan Pendataan Pulau-pulau Terluar), Ekspedisi Garis Depan Nusantaraf digagas oleh Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri yang bekerjasama dengan komunitas budaya Rumah Nusantara Bandung. Dengan tujuan mendata dan mensosialisasikan 92 pulau terdepan yang membentuk garis imajiner sebagai ‘beranda’ tanah air Indonesia. Secara resmi ke 92 pulau ini menjadi titik batas negara disebut pulau-pulau terluar (the outermost islands). Ekspedisi itu sekaligus merupakan bentuk kesadaran anak muda Indonesia tentang Tanah Air yang merupakan negeri bahari. Hari ini Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara, berencana untuk menggenapkan ekspedisi mereka mengelilingi seluruh titik terdepan pulau – pulau di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tim dilepas oleh Bpk.Fadel Muhammad, selaku Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, disertai pihak dari Wanadri, Bosowa Corporation dan Rumah Nusantara. Turut hadir dalam acara pelepasan tim ekspedisi ini Gubernur Sulawesi Selatan,Bpk.Syahrul Yasin Limpo, Kepala Dinas Departemen Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Bpk.Sarwono Kusumaatmadja (Ketua Dewan Penasihat Ekspedisi Garis Depan Nusantara), Jajaran Direksi Bosowa Corporation serta rekan-rekan dari Rumah Nusantara. Chief Corporate Secretary Bosowa Corporation, Cahyo Winarto menerangkan bahwa adanya ekspedisi ini membawa semangat nasionalisme tersendiri untuk bangsa.“Kita harus menyadari bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar yang memiliki 17.508 pulau, tersebar dari barat hingga timur, 92 dari pulau – pulau tersebut ada yang menjadi titik batas wilayah Indonesia dengan negara lain dan perairan Internasional. Inilah yang harus menjadi perhatian bersama, karena merupakan bagian dari wilayah kedaulatan negara, dapat merupakan prospek kontribusi potential bagi bertambahnya produk domestik bruto, sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia”. “Bosowa turut men-support kegiatan ini, agar generasi – generasi muda kita mendapat pengetahuan yang lebih mengenai wilayah Indonesia. Laut Indonesia kan luas (5,8 juta kilometer), dan itu hampir tiga perempatnya dari keseluruhan wilayah tanah air (Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa, sangat strategis berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan populasi lebih dari 210 juta jiwa, Luas Total Daratan 1.904.569 km2) Kebetulan saja kawan – kawan memiliki gagasan ekspedisi ini, dan momentumnya pas dengan semangat perusahaan. Tim Ekspedisi mereka telah mengunjungi 64 pulau terdepan sebelumnya (Wilayah Barat dan Tengah Indonesia) serta akan menyelesaikan 28 pulau terdepan di kawasan timur Indonesia menggunakan kapal phinisi.”, ujar Cahyo Winarto. Penentuan pulau-pulau batas negara tersebut adalah manifestasi dari Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 yang merupakan proklamasi kedaulatan wilayah hukum negara kesatuan Republik Indonesia ke dunia internasional. Pada Ekspedisi Wilayah Timur ini, Garis Depan Nusantara bekerjasama dengan Bosowa Corporation dan pihak-pihak swasta lainnya. Untuk informasi perjalanan ekspedisi, silakan kunjungi www.92pulau.com dan dapat berinteraksi langsung dengan awak kapal.
Bosowa membantu ekspedisi Garis Depan Nusantara dengan menyediakan kapal phinisi (kapal Penelitian) yang dimiliki oleh UNHAS (Universitas Hasanuddin)
Kapal Phinisi "CINTA LAUT", yang akan dipergunakan dalam menjelajah 28 pulau terdepan di Wilayah Indonesia Timur |











