| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293216| Dahlan Iskan: PLTU Jeneponto Berfungsi Tahun 2011 |
|
|
RAMPUNG 2011. Dirut PT PLN (Persero) Dahlan Iskan didampingi Bupati Jeneponto Radjamilo dan CEO Bosowa Corporation, Erwin Aksa, dalam kunjungan ke PLTU Punagaya, Jeneponto, Jumat 30 Juli. (FOTO MALLOMBASANG/FAJAR)
TEMPO Interaktif, Makassar - Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto diharapkan dapat direalisasikan tahun ini jika berjalan lancar. Sekarang pembangunannya masih berjalan, dimulai sejak 2007 lalu.
“Kalau misalnya berjalan lancar, tahun ini masyarakat sudah bisa mendapatkan pasokan listrik,” kata Dahlan Iskan, Direktur Utama PT PLN saat berkunjung ke PLTU Jeneponto di Desa Punnagaya Kecamatan Bangkala, hari ini. Dalam kunjungannya, Dahlan didampingi Pimpinan Bosowa Grup, Erwin Aksa. Erwin optimis pembangunan pembangkit listrik senilai Rp 2 triliun tersebut dapat rampung pada akhri 2011. Selama ini, kata dia, pembangunannya terkendala oleh tarif. Meski demikian, pihaknya akan mempercepat pembangunanannya. Ia optimisi target yang sudah direvisi tersebut dapat tercapai. “Saat ini perkembangunan pembangunan PLTU ini baru mencapai 11 persen,” kata Erwin. Sementara Dahlan Iskan mengatakan, saat ini tarif listik yang dikenakan swasta untuk dijual kepada PLN sedang masa penetapan. Sebelumnya tarif jual kepada PLN oleh swasta sebesar Rp 415 per kwh. Tarif tersebut, kata Dahlan, dinilai terlalu rendah oleh pihak swasta, apalagi saat ini harga batu bara melonjak tinggi mencapai US 80 dollar per ton pada 2009. Sebelumnya batu bara hanya seharga US 20 dollar per ton. Karena surat keputusan mengenai tarif maksimun seharga Rp415 per kwh sudah dicabut, ucap Dahlan, maka pihak swasta memperoleh kesempatan harga jual yang lebih tinggi. “Idealnya harganya antara Rp 600 – Rp 700 per KWH,” katanya. Melihat lokasi pembangkit listrik itu, Dahlan menilainya sangat baik. “Lokasinya bagus, ada di teluk dan kedalaman airnya baik sehingga pembangunannya bisa cepat,” katanya. Alasan lain, kondisi tanah di sekitarnya juga baik. Sebab meskipun hujan, para buruh tetap bisa bekerja. (Fadhilah Nazif) |











