| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293221| Bosowa Ekspansi Pabrik Semen Rp 300 Miliar |
|
|
| Tuesday, 03 August 2010 | |
|
Investor Daily Indonesia - Jakarta, Bosowa Corporation akan ekspansi lini produksi kedua di pabrik semennya yang terletak di Maros, Sulawesi Selatan, senilai Rp 300 miliar. Ekspansi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 1,8 juta ton menjadi 2,8 juta ton per tahun. Presiden Direktur Bosowa Corporation Erwin Aksa mengatakan ekspansi tersebut ditujukan untuk pabrik penggilingan semen. Karena itu lanjutnya ekspansi tersebut hanya menghabiskan lahan kurang lebih dua hektare. Ekspansi itu tengah berjalan diharapkan tahun depan akan selesai. Fokus kami adalah di wilayah Indonesia bagian timur ungkapnya di Jakarta Senin (31/5). Erwin menjelaskan Bosowa mampu menguasai 30 pangsa pasar di Indonesia bagian timur. Sebab persaingan industri semen di wilayah tersebut masih terbilang rendah. Di wilayah tersebut hanya ada tiga pabrik yang memasok kebutuhan semen, yaitu Indocement, Tonasa dan Bosowa. "Sedangkan secara nasional, kami hanya mampu menguasai 5%", tuturnya. Untuk dapat menguasai pangsa pasar semen nasional, lanjut Erwin, Bosowa telah mendirikan pabrik semen di Batam dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton. Pabrik tersebut menjadi pabrik semen termuda di Indonesia dan satu satunya yang keseluruhan sahamnya dimiliki oleh perusahaan swasta nasional. Selama 10 tahun terakhir tidak ada pembangunan pabrik semen baru di Indonesia. Selain itu, Erwin mengatakan, ekspansi dan pembangunan pabrik di Batam merupakan bentuk antisipasi melonjaknya permintaan semen. Soalnya setiap tahun pertumbuhan permintaan semen dapat mencapai 8-10%. Dia bahkan tidak membantah apabila pada 2012 akan terjadi defisit semen di pasar domestik. Berdasarkan perkiraan Asosiasi Semen Indonesia (ASI) pada 2012 akan terjadi defisit semen sebesar lima juta ton. Kebutuhan semen pada tahun itu akan mencapai 45 juta ton. Sedangkan kemampuan produksi semen nasional hanya mencapai 40 juta. "Karena itu banyak produsen semen berbondong-bondong melakukan ekspansi, di antaranya Semen Gersik, Tonasa, Indocement dan Holcim", ucapnya. Namun tambah dia ekspansi yang dilakukan produsen semen ini sebaiknya diimbangi dengan dorongan daya serap pasar. Salah satunya, pemerintah mesti mendorong investasi di berbagai bidang.. “Pasar harus di dorong oleh pemerintah. Mendorong daya daya serap pasar itu melalui upaya pemerintah ataupun swasta“, jelas dia.
Stok Aman Untuk penjualan semen, Urip menilai sejauh ini proyek properti masih menjadi motor penggerak sepanjang tahun ini. Sebab, kata dia, proyek infrastruktur yang digalang pemerintah hingga kini belum terlihat realisasinya. "Hingga Mei 2010 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) baru menyerap Rp 4,6 triliun anggaran, lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu Rp 6,2 triliun. Total pagu anggaran PU pada tahun ini mencapai Rp 34,79 triliun", papamya. Senada dengan Erwin, Urip tidak memungkiri apabila Indonesia akan mengalami defisit pasokan semen pada 2012 sejalan dengan terus tumbuhnya konsumen. Namun lanjut Urip defisit semen tidak akan terjadi apabila ekspansi produsen semen dapat direalisaakan sebelum 2012. "Sebab ekspansi para produsen tersebut dapat mengisi defisit yang dialami Indonesia sebesar 5 juta ton", tandas dia. |











