| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293221| Bosowa Ekspansi Pabrik Semen |
|
|
|
TRUST - Untuk mengantisipasi deficit semen yang diperkirakan akan terjadi pada 2012, sejumlah produsen semen kini ramai- ramai membangun pabrik baru. Seperti yang dilakukan Bosowa Corporation pada 2010 ini akan melakukan ekspansi Imi produksi kedua di pabrik semennya di Maros, Sulawesi Selatan senilai Rp 300 miliar. Ekspansi ini untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 1,8 juta ton menjadi 2,8 juta ton per tahun. Ekspansi teisebut menurut CEO Bosowa Corporation Erwm Aksa, juga merupakan antisipasi melonjaknya permintaan semen. Soalnya setiap tahun pertumbuhan permmtaan semen mencapai 8 -10%, katanya. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyebutkan, pada tahun 2012 akan terjadi defisit semen sebesar 5 juta ton. Pasalnya kebutuhan semen pada tahun itu akan mencapai 45 juta ton, sementara kemampuan produksi semen nasional hanya 40 juta ton. “Karena itu, jangan heran mulai tahun ini banyak produsen semen berbondong - bondong membangun pabrik baru. Sebut saja Holcim , Semen Gresik , Semen Tonasa , Indocement dan Bosowa sendiri” tuturnya. Bosowa, lanjut Erwin, sejauh ini menguasai 30% pangsa pasar semen di wilayah Indonesia bagian timur. Saat ini peta persaingan industri semen di wilayah ini terbilang rendah. Di wilayah ini hanya ada tiga pabrik yang memasok kebutuhan semen yakni Indocement, Tonasa dan Bosowa.”Sedangkan secara nasional kami hanya menguasai 5% tuturnya. Dalam upaya menguasai pangsa pasar semen nasional Bosowa telah mendirikan pabrik semen di Batam dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton. Pabrik tersebut menjadi pabrik semen termuda di Indonesia dan satu - satunya yang keseluruhan sahamnya dikuasai oleh perusahaan swasta nasional. |











