| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293226| Indocement Jaga Pangsa Pasar |
|
|
|
MediaTitle : Harian Seputar Indonesia
Journalist : Juni Triyanto
JAKARTA (SINDO) – PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) bertekad mempertahankan pangsa pasar perseroan di level 31% hingga akhir tahun. Perseroan akan menjaga pertumbuhan penjualan serta produksinya.
”Pangsa pasar kami saat ini 31,3%, meningkat dari periode Juli 2010 sebesar 30,3%,” ujar Direktur Keuangan Indocement Christian Kartawijaya di Jakarta kemarin. Menurut Christian, perseroan optimistis mampu mempertahankan pangsa pasar seiring beroperasinya dua pabrik penggilingan semen (cement mills) dengan kapasitas 1,5 juta ton pada September 2010. Dengan tambahan pabrik yang berlokasi di Cirebon tersebut, maka total kapasitas produksi perseroan hingga akhir 2010 mencapai 18,6 juta ton. Dia melanjutkan, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan domestik yang terus naik. Untuk tahun ini, permintaan semen nasional diperkirakan 41,5 juta ton,naik 8% dari tahun lalu 38,4 juta ton. Dari total kebutuhan tersebut, Indocement akan memasok 13 juta ton, tumbuh 10% dari tahun lalu 11,8 juta ton. Sementara untuk pasar ekspor, perseroan hanya memasok 1 juta ton. “Pasar kami memang lebih besar untuk dalam negeri,” kata Christian. Produksi Indocement juga akan meningkat 2 juta ton pada akhir tahun depan atau awal 2012 sebagai kontribusi cement mill di Citereup. Dengan begitu,total kapasitas produksi perseroan menjadi 20,6 juta. Indocement menargetkan penjualan tahun ini tumbuh 7–8% mencapai Rp11,3–11,4 triliun dari tahun lalu Rp10,57 triliun. Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari tingginya permintaan semen, seiring membaiknya ekonomi.“Dampaknya terutama pada sektor residensial serta sektor infrastruktur, dengan berjalannya proyekproyek pembangunan berskala besar,”tutur Christian. Dia berharap permintaan semen meningkat hingga 10%, dengan 80% permintaan berasal dari residensial.Namun untuk semester II/2010, permintaan diperkirakan turun dibanding semester sebelumnya. “Trennya memang seperti itu.Apalagi di kuartal III ini ada lebaran,”tandasnya. Sepanjang semester I/2010,Indocement membukukan laba bersih Rp1,64 triliun, naik 39,9% dibanding periode sama tahun lalu Rp1,172 triliun. Kenaikan laba dipicu pertumbuhan pendapatan sebesar 11,78% menjadi Rp5,36 triliun dari Rp4,795 triliun periode sama tahun lalu. Meski pendapatan meningkat,beban pokok pendapatan pada periode tersebut naik tipis dari Rp2,554 triliun menjadi Rp2,586 triliun. Pada kesempatan tersebut, Christian mengatakan Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menolak tuduhan kartel perdagangan semen membuat tenang pelaku usaha industri semen. “Keputusan ini semakin memberi kepastian hukum di Indonesia,”ujarnya. KPPU memutuskan tak ada kartel terhadap delapan produsen semen di dalam negeri. Mereka adalah Indocement, PT Holcim Indonesia Tbk,PT Semen Baturaja, PT Semen Gresik Tbk, PT Lafarge Cement Indonesia, PT Semen Tonasa, PT Semen Padang dan PT Semen Bosowa Maros.Kedelapan produsen semen ini,tidak terbukti melanggar pasal 5 dan 11 UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Analis Bhakti Securities Reza Nugraha menilai prospek INTP tahun ini masih bagus, terutama dengan kondisi perekonomian yang membaik serta suku bunga yang rendah. Kondisi ini akan menggairahkan kembali sektor properti. Adanya pembangunan sejumlah proyek infrastruktur pemerintah juga akan membuat permintaan semen terus meningkat. ”Jika proyek infrastruktur pemerintah berjalan, otomatis pertumbuhan konsumsi semen akan tumbuh,”ungkapnya. (juni triyanto). |











