| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293231| Bosowa Harus Perhatikan Daerah Perbatasan |
|
|
|
Media Title : Tribun Timur
Ekonom Institute For Development Of Economics and Finance (Indef). Aviliani, dalam Dialog Economy Outlook 2011 bertajuk Challenges and Opportunity, di Bosowa Management Development Institute (BMDI), Selasa (28/9), memaparkan, sebanyak 60 persen anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) itu hanya dipakai untuk biaya listrik, dan sekitar 20 persen habis untuk modal.
“jadi dana untuk rakyat itu jauh lebih kecil untuk pembangunan infrastrukturnya. Padahal mau tidak mau, infrastruktur sangat penting di dalam pembangunan ekonomi daerah, “katanya. Memang untuk mendapatkan insentif itu rata-rata kecil sekali. Oleh karena itu, sekarang dipikirkan pemenrintah adalah bagimana memanfaatkan peran swasta untuk , memberikan kontribusinya. Meski inflasi kita rata-rata, tapi kalau mau bikin prediksi, inflasi kita agak sedikit berkembang, karena semua negara memprediksi krisis pangan itu akan terjadi, unutk itu. Semua negara sudah menambah stok pangan dan menambahnyaberlipat-lipat. Artinya mereka ada kekhawatiran sefikit soal krisis pangan ini. Jadi kemungkinan kalau mau sedikit prediksi inflasi kita berada antara 7 8 persen Jauh lebih bagus kalau bikin inflasi itu agak pesimis supaya kita punya orieritasi yang optimistis agarddak merugikan juga saat memerlukan opdmisme. Dari sisi pertumbuhan memang pemerintah memprediksis ebesar 6 4 persen Kalau ditanya angka 6,4 itu terlalu. Pesimis atau optimis? Bagi saya itu bisa-bisa saja, karena 6,4 persen itu kalau menjadi investasi, Indonesia bisa mendapat 11 persen. Sekarang hal ini memang terjadi pertumbuhan di semester I, tapi kalau saya melihan pertumbuhan investasi kita tidak terjadi pertumbuhan yang siknifikan. Artinya apa ? Rencana pemerintah dengan Rp 2.000 triliun pertahun itu belum tercapai Lalu bagaimana derigan membangunan infrastruktur Sulawesi Selatan (selsel) khususnya Makassar ini akan jadi keamana nantinya? Sehingga pembangunan infranstrukturnya itu akan berbicara tentang multiguna efek ekonomi. Dan terhadap Indonesia bagaimana Termasuk pelabuhannya yang sudahakan menjadi terminal. Kalau pelabuhan itu ada, infrastruktur akan menjadi lebih baik Itu pendng dan Bagi saya jangan berharap yang mau membangunya. Itu tidak mungkin. Oleh karena Indonesia bisa itu peran swasta disini penting. Bagaimana mereka melakukan connectivity dan itu harus mulai dipikirkan kalau perlu hal ini bisa masuk dalam perencanaan daerah. Karena kalau tidak dalam perencanaah daerah nanti sudah membangun di sini tapi tidak jelas. Pemerintah darah perlu diajak diskusi supaya nantinya dia juga punya conneclivity yang sesuai Kalau perlu Bosowa pengaruhi pemerintah untuk membuat cormectivity yang lebih bagus. Lalu bagaimana dengan daerah daerah perbatasan kita? Ini menarik karena daerah perbatasan kita ini justru kedapatan yang jelek-jeleknya, padahal dalam perbatasan itu seharusnya mendapat tugas menjual barang barang jadinya pemerintah kita. Ini tidak, mereka malah mengimpor dari negara tetangga. Nah, ini perlu dioptimalkan kalau perlu Bosowa punya kerja sama dengan daerah-daerah perbatasan untuk delevery produk. Kita ini banyak memiliki produk di seluruh Indonesia, tapi tidak ada yang di-delevery. Bagaimana membuat trading (perdagangan)? Ini yang sesalu saya kemukakan, tapi tidak ada yang melakukan. Ada yang melakukan tapi selalu di Jakarta, karena kota ini banyak aksesnya. Seharusnya yang dilakukan bagaiman agar daerah-daerah itu menjadi tempat perdagangan. Ini yang harus diperhatikan dan diperlukan ke depan, karena lifesyle atau gaya hidup itu akan mempengaruhi konsumsi dan demand kita ke depan.(meliana bory) |











