| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1293234| Bosowa Bidik 10% Pasar Semen Indonesia |
|
|
|
MediaTitle : Media Indonesia
Journalist : Dex/E-3
BOSOWA Group menargetkan bisa menguasai pangsa pasar semen hingga 10% pada dua tahun mendatang. Target tersebut akan dicapai melalui peningkatan kapasitas produksi dari kedua pabriknya, PT Semen Bosowa Maros dan PT Semen Bosowa Batam. CEO Bosowa Group Erwin Aksa mengatakan itu kepada Media Indonesia, kemarin. Menurutnya, saat ini total produksi semen secara nasional mencapai 45 juta ton per tahun. "Kami menargetkan bisa memenuhi sekitar 4,3 juta ton per tahun dari total produksi nasional, atau sekitar 10% dalam dua tahun mendatang."
Adapun saat ini produksi semen Bosowa Group melalui kedua pabriknya mencapai sekitar 2,5 juta ton. Sebanyak 1,8 juta ton diproduksi Semen Bosowa Maros, dan 700 ribu ton dari Semen Batam. Untuk mencapai target 4,3 juta ton, ungkap Erwin, dalamdua tahun mendatang Semen Bosowa Maros akan ditingkatkan produksinya sebesar 1,5 juta ton menjadi 3,3 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi Semen Batam ditargetkan bisa mencapai 1 juta ton per tahun. Khusus untuk Maros, ia menambahkan. Bosowa siap menggelontorkan investasi sebesar US$40 juta untuk meningkatkan kapasitas penggilingan semen di Bosowa Maros. "Sekaligus membangun waste heal power plant untuk menam-bah pasokan listrik ke pabrik sebesar 12 Mw," papar Erwin. Adapun untuk Bosowa Batam, karena kapasitas produksi pabrik mencapai 1,2 juta ton per tahun, produksinya saja yang akan ditingkatkan. Secara terpisah, di sela kunjungannya ke Amman, Yordania, mendampingi Ketua PMI Jusuf Kalla pada konferensi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah di negara tersebut, pendiri Bosowa Group Aksa Mahmud melakukan pertemuan dengan pemilik CTI Group Nader A Dajani dan Jamal I Kawasmi. CTI Group merupakan pemilik 10% saham Semen Bosowa Batam. Melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, Aksa mengatakan pengusaha di kawasan tersebut sangat berminat menjalin hubungan dengan pengusaha Indonesia. Karena itu, Indonesia punya peluang menarik investor TimurTengah, khususnya Yordania. (Dex/E-3) |











