| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293241| Bosowa Siap Kuasai 100 Persen Aryaduta Makassar |
|
|
|
MediaTitle : Bisnis Indonesia
MAKASSAR Kelompok usaha Bosowa bercncana mengambil alih 25% sisa saham Hotel Imperial Aryaduta Makassar yang masih dipegang Grup Lippo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam waktu dekat. Pendiri Gmp Bosowa, Aksa Mahmud mengatakan saat ini pihaknya menguasai sekitar 75% saham hotel tersebut. “Dalam perjanjian Bosowa memang harus membeli semua saham hotel itu ujarya di Makassar baru baru ini. Bosowa melalui PT Makassar Hotel Network mengakuisisi aset Hotel Imperial Aryaduta milik PT Lippo Karawad Tbk di Makassar senilai US$ 17 juta pada Juni 2008. Penandatanganan jual beli dilakukan di Jakarta pada Desember 2007. Untuk keperiuan pembelian itu Bosowa membayar sekitar US$ 4 juta dan selebihnya dilunasi kemudian hari Kelompok usaha milik keluarga Aksa Mahmud tersebut memiliki 89% saham PT Makassar Hotel Network. Aksa mengatakan nilai aset hotel itu sekarang di taksir US$ 20 juta Jika memakai patokan itu maka Bosowa harus menyediakan dana setidaknya US$ 3 juta untuk membeli bagian saham Lippo dan Pemprov Sulsel. Pemprov Sumsel belum lama ini membentnk tim untuk menghitung nilai aset temtama lahan Hotel Imperial Aryaduta yang merupakan lahan pemprov. Dalam 3 tahun terakhir pemprov tidak lagi menerima dividen dari pengelolaan hotel ini. Adapun saham pemerintah saat ini tersisa sekitar 0,08% bila menggunakan patokan penyertaan modal berupa lahan dulu. Awalnya, ketika dibangun pada 2006, Pemprov Sulsel tercatat masih menguasai 30% saham Hotel Aryaduta merupakan hotel berbintang lima dengan lokasi yangstrategis di kawasan Pantai Losari. Hotel seluas 5.272 m2 itu mempunyai 230 kamar. Saat membeli hotel tersebut, Bosowa memutuskan tidak mengganti manajemen. Durasi kerja sama dengan jaringan Aryaduta Intemational yang masih tersisa beberapa tahun dipertahankan. Lippo Karawaci lewat PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, juga mengembangkan kota mandiri Tanjung Bunga seluas 1.000 hektare di Makassar. Tanjung Bunga mencakup daerah permukiman,sekolah, rumah sakit intemasional dan pusat perbelanjaan. Perseroan juga berencana membangun apartemen hotel dan perkantoran tetapi hingga kini belum terealisasi. (K46) |











