| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1293255| CEO Bosowa : Bea-Cukai Masih Seperti Gegana |
|
|
|
Journalist : rzl
JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Bosowa Corporation Erwin Aksa menilai wajah pelayanan Bea dan Cukai perlu dipoles lagi agar lebih berorientasi pada pelayanan. “Wajah pelayanan Bea-Cukai kita masih seram. Padahal mereka berada digaris depan layanan barang masuk di negara ini,” ujar Erwin sebagai narasumber pada Dialog Interaktif bertajuk ‘Membangun Bea dan Cukai Menjadi Lebih Baik’ di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu (26/1).
Erwin mengatakan, gugus depan pelayanan Bea-Cukai harus semakin berorientasi pada kenyamanan layanan, ketegasan, dan profesionalisme. Oleh sebab itu, penampilan pegawai bea-cukai digaris depan harus lebih bersahabat namun tetap profesional. “Kalau lihat pegawai Bea-Cukai itu kesannya seperti ada Gegana (unit penjinak Bom Polri), kesan ini harusnya diperbaiki,” tandas Erwin, disambut gelak tawa peserta dialog.
Erwin berharap agar pegawai Bea-Cukai semakin ditingkatkan keahliannya, sehingga memberi pelayanan yang lebih cepat dan akurat kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, selain Erwin, hadir juga sebagai pembicara Dirjen Bea-Cukai Thomas Sugijata, Sosiolog UI Ima Prasodjo, dan Pakar Komunikasi Politik Efendi Gazali. “Seragam kita akan ada perubahan agar lebih berorientasi melayani namun tetap tegas,” sambut Thomas menanggapi masukan Ketua Umum BPP HIPMI tersebut.
Sementara itu, Imam Prasodjo menyorot berbelit-belitnya prosedur di Bea-Cukai serta ketidakjelasan batas waktu penyelesaian masalah yang dihadapi pemilik barang.”Bahkan mengurus barang-barang hibah atau bantuan buat korban bencana pun masih berbelit-belit,” tegas Imam. (rzl)
|











