| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293263| Bos dan Direksi Bosowa Harus Perhatikan Sahabat Aksa Mahmud |
|
|
|
Media Title :
Tribun Timur
Date : Sabtu, 5 Maret
Editor
: Amir
Pallawarukka
Jurnalis : Amir Pallawarukka
MAKASSAR, Bosowa bisa bertahan hingga usia 38 tahun, menurut pAksa Mahmud selaku pendiri, tak lepas dari kerja kerasnya dan sejumlah rekan-rekan Aksa. Dedikasi tiada henti dan komitmenpara pendiri untuk mempersembahkan yang terbaik bagi perusahaan, adalah nilai- nilai yang harus terus diusung agar Bosowa bisa lebih berkembang dengan baik. Aksa menyebut, pada 38 tahun lalu, hanya segelintir orang yang percaya dengan mimpi Aksa untuk mendirikan perusahaan ternama di Indonesia. "Ada beberapa nama di antaranya almarhum Syarifuddin Husain dan Pak Oman," kata Aksa pada puncak acara ulang tahun ke-38 Bosowa Corporation di Bosowa Sport Center, Jl Tol Seksi Empat, Makassar, Sabtu (05/03/2011). Syarifuddin Husain atau Ocing merupakan sahabat Aksa dan semasa mahasiswa sama-sama mengelola majalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesi di Makassar. Ocing-lah yang terus menemani Aksa mewujudkan mimpi mendirikan Bosowa hingga ia wafat 25 Mei 2010. Sebelum wafat, cing pernah enjabat sebagai Komisaris Utama PT Bosowa Media Grafika yang menerbitkan harian Tribun Timur "Kepada CEO (Erwin Aksa) dan direksi, ingat, perusahaan ini ada karena almarhum. Suka dukanya perusahaan, dia yang ikut pertama merasakan. Perhatikan keluarganya," kata Aksa. Aksa juga menekankan agar Erwin dan direksi memperhatikan keluarga Pak Oman. Pak Oman adalah pemimpin Bank BNI di Makassar yang berani mengucurkan kredit sebesar Rp 5 juta pada tahun 1973 di saat bankir lain tak percaya dengan kemampuan Aksa. "Karena saya demonstran, bos bank takut pinjamkan uang karena berprasangka kalau saya tidak bisa bayar, saya bisa demo bank. Pak Oman, tidak. Dia mempertaruhkan posisinya untuk meminjamkan uang ke saya sampai perusahaan ini bisa berdiri dan masih terlihat sampai saat ini. "Sekali lagi, CEO dan direksi, perhatikan keluarganya," kata Aksa mengingatkan. Aksa juga menyebut nama Rachman AT, pengusaha sahabat Aksa. Rachman sempat ikut berjalan kaki dari awal Rumah Sakit Awal Bros. Aksa menegaskan, Bosowa adalah perusahaan untuk tujuan dunia dan akhirat sehingga CEO dan direksi harus benar-benar menjadikan perusahaan ini memiliki makna lebih bagi karyawan dan keluarganya serta untuk khalayak umum. (*)
|











