| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1293267| Investasi Semen Bosowa Capai USD300 Juta 2014, Target Produksi 5 Juta Ton |
|
|
|
Media Title : Ujungpandang Ekspress (www.ujungpandangekspress.com
Date : Senin, 07 Maret 2011
Journalist : N/A
MAKASSAR, UPEKS-- Masih besarnya potensi pasar semen di Indonesia, membuat PT Semen Bosowa terus berupaya menambah investasinya. Founder Bosowa Corporation, HM Aksa Mahmud, kepada Upeks diselasela peringatan HUT Bosowa, Sabtu (6/3), mengatakan, sebelum 2014 nanti akan meningkatkan produksi semen menjadi 5 juta ton. Hal itu seiring dengan peningkatan kapasitas dan perluasan pabrik Semen Bosowa Maros, Banyuwangi, Jawa Tengah dengan total investasi sebesar US$300 juta tahun ini. "Saat ini produksi Semen Bosowa sudah mencapai 3 juta ton per tahun, jumlah itu akan terus ditingkatkan hingga 5 juta ton sebelum 2014, dengan beroperasinya pabrik Semen Bosowa Banyuwangi yang akan mulai dibangun tahun ini, serta perluasan pabrik Semen Maros," katanya. Aksa menambahkan, untuk perluasan pabrik Semen Bosowa Maros, sudah dipastikan akan menelan investasi sebesar US$200 juta, selebihnya investasi untuk membangun semen meal di Banyuwangi, Jawa Tengah. Dia menuturkan sebagian besar investasi tersebut akan menggunakan dana dari perbankan, sedangkan dana yang berasal dari Bosowa Corporation sendiri katanya hanya kurang lebih US$80 juta hingga US$100 juta. Sebenarnya tukas Aksa, di HUT Bosowa Corporation yang ke 38, yang puncak acaranya dilakukan di Sport Center pada Sabtu, 5 Maret lalu, perayaannya akan dirangkai dengan peletakkan batu pertama atau ground breaking untuk perluasan pabrik Semen Bosowa dengan membangun unit 2, serta untuk pembangunan semen meal di Banyuwangi. "Meski begitu kita akan tetap melakukan ekspansi dengan segera membangun semen meal di Banyuwangi tahun ini," ujar Aksa. Hal itu lanjut Aksa karena melihat pasar yang cukup besar di wilayah Barat Indonesia, dimana sekitar 70% pasar semen di Indonesia ada di daerah Jawa. "Jadi kalau kita mau berbicara nasional, kita harus serbu pulau Jawa dengan melakukan ekspansi di wilayah itu, disamping tetap mempertahankan dan memperhatikan wilayah kita sendiri," tegasnya. Untuk perluasan pabrik Semen Bosowa Maros sendiri paparnya, demi mencapai peningkatan produksi menjadi 2,5 juta ton, dari 1,6 juta ton produksi saat ini. Sedangkan untuk Semen Bosowa Batam yang sekarang sudah menghasikan produksi sebanyak 1,2 juta ton, akan ditingkatkan menjadi 1,8 juta ton. Sementara untuk semen meal di Banyuwangi yang baru akan dibangun tahun ini, ditargetkan dapat berproduksi sebanyak 1,2 juta ton. "Kalau ditotal jumlah produksinya memang lebih dari target, tapi saya ambil angka ideal saja yaitu 5 juta ton," ucap Aksa. Selain rencana pembangunan semen meal di Banyuwangi, dan perluasan pabrik Semen Maros tutur Aksa, tahun ini pihaknya juga akan segera meresmikan rumah sakit bertaraf internasional yang diperkirakan sekitar April nanti resmi beroperasi. Hampir bersamaan dengan peresmian hotel bintang tiga di Seminyak, Bali yang memiliki kapasitas 127 kamar. Hotel yang pengelolaannya bekerjasama dengan Aston tersebut merupakan hasil akuisisi sebuah hotel yang hampir tutup di Bali. Kedepan menurut Aksa, Bosowa Corporation juga akan mengembangkan bisnis perhotelan di Bali, yaitu dengan berinvestasi menghadirkan hingga 1.000 kamar hotel berbintang tiga dan empat. "Karena saya melihat trend masyarakat kita saat ini, bila memiliki kelebihan uang pasti akan berlibur ke Bali. Sebab mereka merasa belum sempurna hidupnya kalau belum ke Bali," tutur Aksa. () |











