| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1220320
Beranda
Unit Usaha
Infrastruktur
Unit Usaha
Infrastruktur | Infrastruktur |
|
|
|
Usaha pengelolaan dan pembangunan jalan tol dipercayakan kepada PT Nusantara Infrastructure Tbk., sebuah perusahaan publik yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh Bosowa Corporation. Sejumlah jalan tol yang dikelola oleh perusahaan ini dewasa ini adalah jalan tol “Reformasi’ di Makassar, Sulawesi Selatan, Jalan tol ‘Bintaro Serpong Damai’ di Tangerang, Banten, jalan tol ‘Seksi Empat’ yang menghubungkan kota Makassar dengan Bandar Udara Hasanuddin, dan jalan tol W1 yang menghubungkan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan Penjaringan, Jakarta Utara. Ke depan perusahaan ini juga kan mengelola pembangkit listrik Bosowa.
SEKILAS INFRASTRUKTUR
2006
Bosowa Corporation membeli perusahaan publik, PT Meta Media Technologies, Tbk (META) dan mengubah namanya menjadi PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI).
2007
NI mengoperasikan dua jalan tol yaitu Bosowa Marga Nusantara di Makassar dan Bintaro Serpong Damai di Jakarta, sementara Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) sepanjang 11.57 km tengah dibangun di Makassar dengan perkiraan selesai pada pertengahan 2008. Pada tahun 2007 NI memperoleh pendapatan sebesar US$ 17.6 juta dan EBITDA sebesar US$ 6.7 juta.
2008
JALAN TOL
Jalan Tol Jakarta – Serpong: 13.1 Km (operasional)
Jalan tol Jakarta – Serpong sepanjang 13.1 km dimulai di BSD melalui daerah pemukiman Bintaro dan terhubung ke Jakarta outer ring road dari Ulujami. Jaln tol in mempunyai dua lajur, masing-masing dengan dua ruas selebar 3.5 m, dan dengan ruang untuk diperlebar menjadi masing2 tiga ruas lalu lintas.
Lokasi
Jalan tol seksi I & II di Makassar - 6.1 Km (operasional)
Guna memfasilitasi transportasi menuju kota Makassar, PT.Bosowa Marga Nusantara mengoperasikan jalan tol seksi I dan II. Seksi I mulai dari Jl. Kalimantan (pelabuhan Soekarno-Hatta) menuju persimpangan Jl.Teuku Umar-Jl.Sultan Abdullah Raya dan sepanjang 3,10 km jembatan Tallo. Sementara Seksi II berawal dari Jl.Teuku Umar-Jl.Sultan Abdullah Raya ke persimpangan Jl.Jend.Urip Sumohardjo dan sepanjang 3,10 km Jl.AP.Pettarani.
Lokasi
Jalan Tol Seksi IV - 11.57 Km (Dalam Pembangunan)
Sebagai ibukota Sulawesi Selatan Makassar adalah tempat tinggal bagi 1,7 juta orang dan merupakan pintu masuk bagi 9 juta penduduk Indonesia bagian timur. Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar adalah titik strategis bagi aktivitas ekspor-impor di Indonesia timur, sementara bandara Hasanuddiin melayani penerbangan domestik dan internasional, haji, kargo dan militer di Indonesia timur. Sehubungan dengan perkembangan pesat pelabuhan Soekarno-Hatta dan Area Industri Makassar (KIMA), jalan tol seksi IV sepanjang 11.57 km dibangun oleh PT Jalan Tol Seksi Empat guna menunjang pembangunan dan menghubungkan simpang pelabuhan dan KIMA dengan bandara Hasanuddin.
Lokasi
Jalan tol Jakarta Lingkar Barat seksi W1 (JORR W1) – 9.7 km (Dalam Pembangunan)
JORR W1 adalah bagian dari jaringan tol Jakarta Outer Ring Road yang mengelilingi area Jakarta. JORR W1 menghubungkan Kebon Jeruk dengan jalan tol bandara Soekarno-Hatta. Jalan tol ini adalah jalur penting yang akan dilintasi oleh 100,000 sampai 180,000 kendaraan. Bosowa memiliki saham mayoritas di PT Jakarta Lingkar Barat, operator JORR seksi W1. Pengerjaan konstruksi akan selesai sekitar 14 bulan dan akan dilengkapi dengan interchange di Kebon Jeruk dan Penjaringan, juga sebuah fly over di Kebon Jeruk, Kembangan, Kali Angke, Rawa Buaya, - Daan Mogot, Kamal, Kapuk, dan sistem buka-tutup di Daan Mogot dan Kapuk Kamal.
Lokasi
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Pembangkit Tenaga Listrik tenaga batubara 2 x 125 MW di Jeneponto, Sulawesi Selatan (Dalam Pembangunan)
Dalam sebuah kerjasama dengan SSP group, PT Bosowa Energy tengah membangun sebuah PLT batubara geothermal 2 x 125 MW di desa Punnagayya, kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Chengda Engineering Corporation dari China di tunjuk sebagai kontaktor utama pembangunan infrastruktur pembangkit tenaga listrik ini. Pembangkit listrik di Jeneponto direncanakan selesai sekitar pertengahan 2009. Pembangkit ini meliputi areal seluas 230 hektar, dimana 50 hektar digunakan untuk blok 1 & 2 dari pembangkit listrik, dan sisanya untuk area industry Jeneponto.
Pembangkit Tenaga listrik 13.4 MW tenaga diesel di Maros, Sulawesi Selatan (Dalam Pembangunan)
PT Bosowa Energy kini sedang membangun pembangkit listrik 13.4 megawatt tenaga diesel di desa Baruga, kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan disamping pabrik PT Semen Bosowa Maros. Pembangkit listrik ini serta fasilitas pendukungnya sedang dibangun di kawasan seluas tiga hektar. Pembangkit tenaga listrik ini terdiri dari generator bekekuatan 3,5 megawat dan satu generator berkekuatan 2.9 megawat buatan Sulzer/Wartsila – Swiss. Pembangkit listrik Maros ini menggunakan sistem otomatis dan synchroniser Siemens PLC dan Woodward.
|











