| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1219293| Industri Semen Dapat Kompensasi dari Pemerintah |
|
|
| Sunday, 11 January 2009 | |
|
JAKARTA. Konsumsi semen dari proyek swasta pada tahun 2009 diperkirakan akan terjadi penurunan. Namun, kompensasi kebutuhan bisa berasal dari proyek infrastruktur pemerintah senilai Rp 100 triliun. Presiden Direktur Bosowa, Erwin Aksa mengatakan, konsumsi semen semakin menurun, khususnya dari sektor properti swasta. Peningkatan baru mulai terjadi pada kuartal kedua 2009. "Penyerapan yang tidak merata sepanjang tahun di mana pada awal 2009 diperkirakan konsumsi menurun. Bulan April atau Mei akan terjadi peningkatan hingga akhir tahun sehingga konsumsi semen kembali tumbuh," katanya, baru-baru ini di Jakarta. Erwin mengungkapkan, target selama 2008 telah tercapai di mana terjadi kenaikan produksi dari tahun 2007 sebesar 10 persen. Peningkatan juga terjadi pada harga yang cukup signifikan. Pada sembilan bulan pertama tahun 2008 harga naik karena pengaruh eksternal seperti bahan bakar minyak. "Produksi pada 2007 sebesar 1,8 juta ton semen, sedangkan tahun 2008 mencapai sekitar 2,1 juta ton dari target awal 1,8 juta ton. Konsumsi pada Januari hingga September 2008 menunjukkan peningkatan sekitar 15 persen, meskipun penyerapan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) baru terjadi pada tiga bulan terakhir," kata Erwin. Tahun 2009. sambungnya,akan didominasi oleh proyek pemerintah. Sedangkan mengenai kapasitas, sebenarnya bisa mencapai tiga juta ton karena pembangunan pabrik semen di Batam sudah selesai.
Kapasitasnya bisa mencapai 1,2 juta ton per tahun sehingga harapannya adalah jika kapasitas awal bisa mencapai sedikitnya 40-70 persen dan tambahan dari pabrik di Sulawesi Selatan sekitar 2 juta ton, maka target penjualan bisa mencapai 2,5-2,7 juta ton pada 2009. Untuk sektor otomotif, lanjutnya, target penjualan pada 2008 sekitar 4500 unit dari grup Bosowa. Jumlah realisasi penjualan per bulan antara 200-300 unit selama tiga bulan terakhir. Padahal, biasanya sebanyak 5O(WO0 unit per bulan. Penurunan yang terjadi cukup signifikan. "Target awal penjualan 2008 sebanyak 4.000 unit, namun sudah bisa tercapai 4.500 unit. Untuk 2007, jumlahnya sekitar 10 persen di bawah 2008. Tahun 2009 cukup pesimistis," ujar Erwin. Menurutnya, industri otomotif banyak dipengaruhi konsumen sehingga diperkirakan terjadi penurunan sekitar 30 persen dari realisasi 2008. Angka penurunannya sekitar 1.000 unit per tahun, sehingga kemungkinan penjualan sebanyak 3.000-3.500 unit pada 2009. Terkait harga, kata Erwin, akan terjadi kenaikan karena agen tunggal pemegang merk (ATPM) juga menaikkan harga. Namun, belum ada rincian kenaikannya. [DMP/H-12]. |











