| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 695739| Produsen Semen Siap Realisasikan Investasi |
|
|
| Thursday, 29 January 2009 | |
|
JAKARTA. Sejumlah produsen semen di dalam negeri mulai tahun ini mengucurkan investasi tambahan sekitar US$250 juta untuk menambah kapasitas produksi nasional antara 2,3 juta ton dan 2,5 juta ton menjadi total 45,1 juta ton. "Mulai 2009, mereka berkomitmen untuk ekspansi. Pada 2008, hampir tidak ada investasi. Mereka hanya melakukan optimalisasi (penambahan sisa kapasitas maksimal dengan modifikasi) saja," kata Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian Tony Tanduk, pekan lalu.
Beberapa produsen semen seperti PT Semen Tonasa, PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Indocement, dan PT Holcim siap berekspansi pada 2009. Berdasarkan catatan Depperin, total produksi sembilan produsen semen nasional mencapai 40,4 juta ton dari total kapasitas terpasang 45,1 juta ton dengan tingkat utilisasi 89.7%. Menurut Tony, realisasi investasi baru maupun penambahan produksi satu pabrik semen setidaknya membutuhkan waktu hingga hingga 4 tahun. "Setelah itu, barulah perusahaan kembali memikirkan investasi berikutnya," ujarnya. Tony mengungkapkan para produsen semen siap menaikkan produksi mereka. PT Semen Padang akan menaikkan produksi dari 5,47 juta ton di 2007 menjadi 5.72 juta ton pada 2009. PT Semen Baturaja dari 1,01 juta ton menjadi 1,14 juta ton, PT Indocement dari 11,08 juta ton menjadi 13,1 juta ton. Selain itu, PT Semen Holcim dari 5,51 juta ton menjadi 6,44 juta ton. PT Semen Gresik dari 7,86 juta ton menjadi 8,83 juta ton. PT Semen Tonasa dari 3.01 juta ton menjadi 3,76 juta ton. PT Semen Bosowa Maros dari 994.000 ton menjadi 1,38 juta ton. Salah satu permasalahan yang saat ini masih menghambat perkembangan industri semen nasional adalah biaya energi. Ketidakpastian harga energi minyak dunia sempat membuat industri semen dalam negeri terpengaruh. Saat ini, biaya energi berkontribusi sekitar 35% dari total biaya operasional industri semen. |











