| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1219171| Capital Injection for JORR |
|
|
| Wednesday, 11 February 2009 | |
|
JAKARTA. proyek pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 ruas Kebon Jeruk Penjaringan, bisa dilanjutkan. Hal ini bisa terjadi, karena masuknya PT Bosowa melalui anak perusahaan PT Margautama Nusantara dengan menguasai 25% saham PT Jalan Lingkar Barat (JLB). Pemegang saham PT JLB tersebut, di antaranya PT Bangun Tjipta Sarana, PT Rekadaya Adicipta, PT Margautama Nusantara, dan PT Jasa Marga Tbk. Namun seperti diketahui, pembangunan jalan tol yang dibangun PT JLB itu, sempat terhenti karena tidak ada dukungan sindikasi perbankan. Sebab, sindikasi perbankan yang dipimpin Bank Mandiri yang berencana mengucurkan kreditnya, menarik diri karena ada syarat yang tidak dipenuhi PT JLB. Rupanya syarat yang diminta sindikasi bank tersebut tak lain adalah kejelasan soal komposisi saham PT JLB. Karena itu, menurut Direktur Utama PT JLB Fatchurrochman, setelah ada kesepakatan baru, yakni Margautama menyetor modal sebesar Rp 96,5 miliar atau setara dengan 25% saham dan Jasa Marga menyetor sebesar Rp 180,6 miliar atau setara 23% saham yang dihitung dafam bentuk Simpang Susun Penjaringan yang sudah terbangun, sindikasi perbankan pun siap mengucurkan pinjamannya sebesar Rp 1,522 triliun. Perjanjian penyertaan saham kepada PT JLB itu, 5 Februari 2009 lalu ditandatangani oleh masing-masing pemegang saham. "Perjanjian kesepakatan ini, menjadi syarat pencairan kredit sindikasi perbankan yang dipimpin oleh Bank Mandiri bersama tiga bank lainnya," tutur Fatchur. Dengan suntikan modal tersebut, tentu saja tak ada lagi alasan bagi PT JLB untuk menghentikan kegiatan pembangunannya. "Meski kreditnya belum mengucur, sebenarnya kami sudah kerjakan fisiknya 50%," katanya.
|











