| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1293288| ROADMAP INVESTASI 2009 |
|
|
| Sunday, 01 February 2009 | |
|
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi optimistis adanya roadmap investasi 2009 bisa menambah 930 ribu lapangan kerja baru. "Roadmap tersebut kami harapkan bisa menyeragamkan standar operasional prosedur (SOP) investasi di 463 kabupaten atau kota di 33 provinsi," ujar Lutfi saat peluncuran Roadmap Penanaman Modal 2009 di Jakarta, Selasa (27/1). Dalam rangka investasi 2009, menurut Lutfi, pemerintah memfokuskan perhatian pada tiga sektor, yaitu pangan, energi, dan infrastruktur. "Roadmap ini diharapkan dapat menjadi arahan strategis mengenai investasi secara nasional yang meliputi kebutuhan investasi, arah investasi, dan arah fesilitas investasi," kata dia. Lutfi menjelaskan, sektor pangan dipilih karena terkait kondisi geografis Indonesia yang sangat strategis dan potensi alamnya yang dapat men-jadi modal untuk ketahanan pangan. "Sektor pangan ini difokuskan pada beberapa komoditas, yaitu padi, jagung, kedelai, tebu, minyak sawit mentah (CPO), dan kakao," papar dia.
Untuk sektor energi, menurut Lutfi, dipilih karena fungsinya sebagai roda perekonomian masyarakat dan potensi yang dimiliki Indonesia. Ketiga, sektor infrastruktur karena kemampuan sektor itu memastikan berlangsungnya seluruh kegiatan investasi serta mengurangi ekonomi biaya tinggi (high cost economy). Dia menambahkan, beberapa proyek infrastruktur yang sedang dan akan dibangun adalah pelabuhan, listrik, irigasi, air bersih, dan jalan umum. "Kami berharap, potensi-potensi yang ada pada ketiga sektor itu nilainya busa bertambah. Namun, kami tetap akan memberi perhatian terhadap sektor lain jika pasar memang membutuhkannya," ujar dia. Sementara itu, Direktur Indef Fadhli Hasan mengatakan, pemilihan ketiga sektor investasi tersebut diharapkan tidak mengabaikan sektor lainnya. "Sektor lain diharapkan menjadi agenda bagi pemerintah daerah." ujar dia. Menurut dia, roadmap itu dirasakan mendesak terkait sumber pendanaan yang berkelanjutan dan memerlukan sinergi dari berbagai rencana strategis dari kementerian/lembaga (K/L). "Dalam roadmap ini. BKPM sebagai koordinator kegiatan penanaman modal mengusulkan insentif-insentif bagi investasi baru. Sehingga, bisa meningkatkan daya saing penanaman modal, terutama penanaman modal asing," tutur dia. Pelayanan Satu Pintu Sementara itu, pengamat energi Kurtubi mendorong agar BKPM menciptakan pelayanan investasi satu pintu untuk sektor energi. Se-bab, kata dia, pelayanan investasi sektor tersebut yang berbelit-belit selama ini mengakibatkan rendahnya investasi yang masuk di Indonesia. Selain itu, menurut Kurtubi, BKPM harus memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk memberikan keringanan pajak kepada investor sebelum berproduksi. Sedangkan, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa menyambut baik terbitnya roadmap investasi. Sektor pangan dan energi yang menjadi fokus roadmap investasi 2009, kata Erwin, merupakan dua sektor yang paling dibutuhkan dunia dan Indonesia memiliki potensi keunggulan keunggulan di sektor tersebut Erwin menilai, investasi di sektor pangan dan energi membutuhkan infrastruktur yang memadai. "Jadi, yang perlu dilakukan pemerintah adalah tidak menunda lagi proyek infrastruktur yang sudah digembar-gemborkan selama ini," kata dia. (raj) |











