| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 695744| Business Enterprise Consolidation |
|
|
| Friday, 06 February 2009 | |
|
JAKARTA - Pengusaha manufaktur bakal melakukan konsolidasi produksi pada kuartal pertama 2009 menyusul penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan terefleksi pada tingkat permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa. "Saya perkirakan permintaan mencapai titik terendah 1-2 bulan ke depan. Harga akan terus turun hingga ke dasar, sehingga pabrik mengonsolidasikan produksinya," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa di Jakarta, belum lama ini. Dia menuturkan, konsolidasi itu misalnya dengan menurunkan tingkat produksi, menyesuaikan jam kerja, sehingga titik produksi mencapai maksimal. "Saat itu, permintaan secara bertahap akan meningkat kembali.Setelah itu, memasuki kuartal kedua 2009, harga-harga akan naik atau kembali ke posisi wajar seperti pada akhir 2006 atau awal 2007 karena harga medio 2008 kemarin terlalu tinggi mengikuti mekanisme pasar," kata dia. Selain itu, ujar Erwin, konsolidasi Produksi juga dipicu oleh kondisi cuaca yang buruk, sehingga menghambat distribusi barang dan mendorong kenaikan harga jual barang. Saat ini, lanjut dia, harga-harga mulai turun karena permintaan yang turun, sehingga terjadi deflasi. Kondisi itu kemudian dipicu oleh penurunan harga BBM dan penurunan harga barang. Bagi pengusaha, kata Erwin, kondisi itu tidak akan menimbulkan masalah selama pemerintah memberikan insentif berupa penurunana harga BBM dan insentif untuk bahan baku, (erne).
|











