| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1219311| Jasa Marga Tbk Siap Jadi Mayoritas di Tol JORR W1 |
|
|
| Monday, 02 March 2009 | |
| Jakarta - PT Jasa Marga Tbk akan meningkatkan kepemilikan sahamnya dari 23% menjadi 50% di ruas Tol JORR W1 Kebon Jeruk-Penjaringan. Untuk merealisasikan niatnya tersebut, Jasa Marga menyiapkan dana Rp 200 miliar. Namun, keinginan itu baru bisa dilakukan setelah Juni 2009. Itu pun apabila kesempatan yang dimiliki Bosowa sebagai pemegang saham menjadi mayoritas tidak dimanfaatkan. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S Sunito, di sela-sela pemberian award dalam rangka HUT ke-31 BUMN tersebut, di Jakarta, Jumat (27/2). "Isi perjanjiannya memang seperti itu. Kesempatan pertama untuk menambah kepemilikan saham menjadi hak Bosowa dengan batasan sampai Juni 2009. Kalau tidak Jasa Marga yang akan masuk," kata Frans. Untuk menjadi mayoritas, lanjut Frans, Jasa Marga mestimenyiapkan dana Rp 200 miliar atau setara dengan saham sebesar 27% sebagai tambahan equity. Upaya yang sama sebelumnya juga dilakukan Jasa Marga di ruas tol Surabaya-Mojokerto dari yang semula hanya 5% sekarang menjadi 55%. Keinginan Jasa Marga menjadi mayoritas dalam ruas Kebon Jeruk-Penjaringan, menurut Frans, sebab ruas tersebut dinilai memenuhi syarat karena kelayakan finansialnya cukup baik. "Kami tidak akan mengambil risiko jika kelayakan finansialnya tidak baik," kata dia, seraya menambahkan bahwa jika Jasa Marga masuk ke W1 maka konstruksi yang saat ini sudah berjalan kira-kira 50% bisa diselesaikan sepenuhnya pada akhir 2009. Terkait W1 ini, berdasarkan informasi yang dihimpun SH,beberapa waktu lalu, rencana penambahan kepemilikan saham di ruas tersebut oleh Bosowa tidak jadi dilaksanakan. Saat itu Jasa Marga, Bosowa dan Bangun Cipta Sarana melakukan pertemuan di Hotel Grand Melia terkait peningkatan saham ruas tersebut. Mengenai W2, menurut Frans, saat ini masih menunggu selesainya pembebasan lahan yang informasinya bisa diselesaikan dalam tiga bulan ke depan. "Kalau memang tanahnya siap, konstruksinya bisa segera dimulai," ujarnya. Mengenai bank mana yang sudah merespons untuk membiayai pembangunan ruas tersebut, Frans mengaku tidak perlu dipersoalkan, karena selama ini Jasa Marga selalu memberikan nilai positif sehingga banyak bank yang berminat memberikan kredit. Frans mengatakan, apabila rencana menjadi mayoritas di ruas W1 dan ruas tol lainnya terlaksana, ruas tol yang dikelola Jasa Marga akan bertambah 200 kilometer. Pertambahan panjang ruas tol itu juga akan berimbas dengan membuat portofolio meningkat 35%. |











