| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 695743| Jasa Marga Siapkan Dana Rp 200 Miliar |
|
|
| Monday, 02 March 2009 | |
|
Oleh Imam Mudzakir
JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk menyiapkan Rp 200 miliar lebih sebagai modal disetor untuk mengambil alih kepemilikan mayoritas di proyek jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W1 Kebon Jeruk-Penjaringan sepanjang 9,7 kilometer. Saat ini Jasa Marga masih membahas rencana akuisisi itu dengan PT Jakarta lingkar Baratsatu OLB). pemegang konsesi ruas W1. Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Setyaki Sunito mengungkapkan, dana tersebut akan diambil dari hasil penawaran umum perdana (IPO) saham dan modal perusahaan. Menurut dia, ruas tol Kebon Jeruk-Penjaringan layak untuk diteruskan, karena secara ekonomi dan finansial bagi investasi cukup bagus. "Dibandingkan dengan tol Medan-Binjai dan Kualanamu, kami lebih tertarik dengan tol W1." kata Frans di Jakarta, Jumat (27/2). Jasa Marga, kata dia. saat ini masih menunggu keputusan Grup Bosowa yang berencana masuk dengan kepemilikan 25%. Melalui anak usaha PT Margautama Nusantara, Grup Bosowa berencana menguasai 25% saham PT JLB dengan menyetor modal Rp 196.5 miliar. Dana tersebut akan disetorkan paling lambat 31 Juli 2009. Di ruas tol ini Jasa Marga telah memiliki saham sebesar 23% atau Rp 180.5 miliar yang dihitung dalam bentuk pembangunan simpang susun (interchange Penjaringan dan Kebon Jeruk. Dihubungi terpisah. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung mengatakan, pemerintah berpatokan pada perbankan. Bila perbankan tidak mau mengucurkan kredit terhadap ruas tersebut, BPJT perlu mempertimbangkan kelanjutan pembangunan W1, apakah diteruskan atau tidak. "Percuma diteruskan, karena tanpa perbankan pembangunan tol tidak jalan," katanya. Nurdin menjelaskan, berdasarkan surat yang diterimanya. Grup Bosowa berencana masuk di tol W1 sebesar 25%, Jasa Marga 23%. dan PT Bangun Cipta Sarana sebesar 52%. "Kita lihat di lapangan, kalau perbankan mau mengucurkan kredit berarti Bosowa tetap masuk. Kalau tidak, silakan investor lain yang mau masuk, termasuk Jasa Marga," kata dia. Nurdin juga menyesalkan lambannya progres fisik pembangunan JORR W1. padahal tanahnya sudah bebas 100% sejak tahun 1996. "Saya menyayangkan, kenapa tidak kelar-kelar dibangun. Kalau sampai Juli tidak ada progres, tentu kita ambilsikap tegas." ujarnya.
Bangun SPBE
Sementara itu. Frans Sunito mengatakan. PT Jasa Marga akan membangun fasilitas pengisian gas elpiji atau stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) dengan kapasitas dayu tampung 50 juta ton di Jakarta dan Banten dengan nilai investasi Rp 16 miliar . "Kami diminta untuk membantu mendistribusikan gas elpiji standar kecil. Dari hasil hitungan investasi ada peluang besar dan kami siap kerjakan," kata Frans. Dia mengungkapkan, SPBE akan dibuat di pinggir jalan tol milik Jasa Marga yang terletak di daerah Bitung. Tangerang, Banten, dan di daerah tol Ulujami Jakarta Selatan. Tanah kita banyak yang kosong di pinggir jalan tol dan itu bisa dimanfaatkan untuk bisnis lain yang lebih bermanfaat," ujar dia. Menurut Frans, Jasa Marga sedang membahas masalah perizinan dengan Ditjen Bina Marga Departemen PU. Pasalnya, selama ini Jasa Marga hanya bergerak dalam bidang jalan tol sehingga perhi minta izin Ditjen Bina Marga. "Pada intinya Bina Marga tidak keberatan dan pembuatan tangki juga sama halnya dengan pembuatan stasiun SPBU." jelas dia. Dia menambahkan, yang menjadi persoalan saat ini adalah kesiapan Pertamina untuk memasok gas elpiji ke SPBE. Jangan sampai Jasa Marga membangun tempat pengisian ulang gas elpiji, tetapi pasokannya tidak mencukupi. Karena itu. Jasa Marga akan meneken nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Pertamina soal pasokan elpiji. |











