| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1220317| Jasa Marga Siapkan Dana Rp 200 Miliar |
|
|
| Monday, 02 March 2009 | |
|
Oleh Imam Mudzakir
JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk menyiapkan Rp 200 miliar lebih sebagai
modal disetor untuk mengambil alih kepemilikan mayoritas di proyek
jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W1 Kebon
Jeruk-Penjaringan sepanjang 9,7 kilometer. Saat ini Jasa Marga masih
membahas rencana akuisisi itu dengan PT Jakarta lingkar Baratsatu OLB).
pemegang konsesi ruas W1. Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Setyaki
Sunito mengungkapkan, dana tersebut akan diambil dari hasil penawaran
umum perdana (IPO) saham dan modal perusahaan. Menurut dia, ruas tol
Kebon Jeruk-Penjaringan layak untuk diteruskan, karena secara ekonomi
dan finansial bagi investasi cukup bagus. "Dibandingkan dengan tol
Medan-Binjai dan Kualanamu, kami lebih tertarik dengan tol W1." kata
Frans di Jakarta, Jumat (27/2). Jasa Marga, kata dia. saat ini masih
menunggu keputusan Grup Bosowa yang berencana masuk dengan kepemilikan
25%. Melalui anak usaha PT Margautama Nusantara, Grup Bosowa berencana
menguasai 25% saham PT JLB dengan menyetor modal Rp 196.5 miliar. Dana
tersebut akan disetorkan paling lambat 31 Juli 2009. Di ruas tol ini
Jasa Marga telah memiliki saham sebesar 23% atau Rp 180.5 miliar yang
dihitung dalam bentuk pembangunan simpang susun (interchange
Penjaringan dan Kebon Jeruk. Dihubungi terpisah. Kepala Badan Pengatur
Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung mengatakan, pemerintah berpatokan pada
perbankan. Bila perbankan tidak mau mengucurkan kredit terhadap ruas
tersebut, BPJT perlu mempertimbangkan kelanjutan pembangunan W1, apakah
diteruskan atau tidak. "Percuma diteruskan, karena tanpa perbankan
pembangunan tol tidak jalan," katanya. Nurdin menjelaskan, berdasarkan
surat yang diterimanya. Grup Bosowa berencana masuk di tol W1 sebesar
25%, Jasa Marga 23%. dan PT Bangun Cipta Sarana sebesar 52%. "Kita
lihat di lapangan, kalau perbankan mau mengucurkan kredit berarti
Bosowa tetap masuk. Kalau tidak, silakan investor lain yang mau masuk,
termasuk Jasa Marga," kata dia. Nurdin juga menyesalkan lambannya
progres fisik pembangunan JORR W1. padahal tanahnya sudah bebas 100%
sejak tahun 1996. "Saya menyayangkan, kenapa tidak kelar-kelar
dibangun. Kalau sampai Juli tidak ada progres, tentu kita ambilsikap
tegas." ujarnya.
Bangun SPBE
Sementara itu. Frans Sunito mengatakan. PT Jasa Marga akan membangun fasilitas pengisian gas elpiji atau stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) dengan kapasitas dayu tampung 50 juta ton di Jakarta dan Banten dengan nilai investasi Rp 16 miliar . "Kami diminta untuk membantu mendistribusikan gas elpiji standar kecil. Dari hasil hitungan investasi ada peluang besar dan kami siap kerjakan," kata Frans. Dia mengungkapkan, SPBE akan dibuat di pinggir jalan tol milik Jasa Marga yang terletak di daerah Bitung. Tangerang, Banten, dan di daerah tol Ulujami Jakarta Selatan. Tanah kita banyak yang kosong di pinggir jalan tol dan itu bisa dimanfaatkan untuk bisnis lain yang lebih bermanfaat," ujar dia. Menurut Frans, Jasa Marga sedang membahas masalah perizinan dengan Ditjen Bina Marga Departemen PU. Pasalnya, selama ini Jasa Marga hanya bergerak dalam bidang jalan tol sehingga perhi minta izin Ditjen Bina Marga. "Pada intinya Bina Marga tidak keberatan dan pembuatan tangki juga sama halnya dengan pembuatan stasiun SPBU." jelas dia. Dia menambahkan, yang menjadi persoalan saat ini adalah kesiapan Pertamina untuk memasok gas elpiji ke SPBE. Jangan sampai Jasa Marga membangun tempat pengisian ulang gas elpiji, tetapi pasokannya tidak mencukupi. Karena itu. Jasa Marga akan meneken nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Pertamina soal pasokan elpiji. |











