| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 694084| Cegah Krisis, Perkenalkan Ekonomi Syariah |
|
|
| Monday, 02 March 2009 | |
|
JAKARTA, KOMPAS - Dunia mulai melirik sistem keuangan dan perekonomian yang tidak mengenal spekulasi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, seperti yang diperkenalkan dalam ekonomi syariah. Atas dasar inilah, negara-negara yang menggunakan ekonomi syariah cenderung mampu bertahan dari krisis keuangan. "Krisis memberikan peluang bagi negara-negara Muslim. Seluruh dunia mulai berpaling kepada ekonomi syariah karena terbukti, negara-negara berbasis ekonomi syariah bisa bertahan dari krisis," ujar Ketua Jaringan Pemimpin Muda Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) Dato Sri Nazir Razak dalam Konferensi Pers seusai mengikuti Pre-WIEF Kelima di Jakarta, Minggu (1/3). Menurut Razak, pertemuan yang akan digelar dalam tiga hari itu akan mengupayakan penyeragaman persepsi dalam menghadapi krisis keuangan dan ekonomi global saat ini. Krisis keuangan yang didominasi oleh spekulasi dan ketidaktransparan pengelolaan keuangan negara dan perusahaan membuktikan bahwa sistem keuangan syariah bisa menjadi altematif yang tahan terhadap guncangan. Atas dasar itu, krisis keuangan dan perekonomian global yang terjadi saat ini justru memberikan peluang yang luar biasa bagi negara Muslim, termasuk Indonesia. Sekitar 1.500 delegasi dari 35 negara dilaporkan telah berada di Jakarta untuk menghadiri WIEF Kelima ini. Pre-WIEF secara resmi dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Minggu, sementara acara utamanya sendiri akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 Maret 2009.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Erwin Aksa mengatakan,krisis keuangan dunia saat ini membuat negara-negara berbasis ekonomisyariah menyatu. "Forum ini (WIEF) memungkinkan terjadinya sebuahkesempatan untuk berhubungan dengan organisasi sejenis dari seluruhdunia berdasarkan kesamaan fokus," tuturnya. Pada hari pertamapenyelenggaraan Pre-WIEF Kelima ada dua forum diskusi besar yangdigelar, yakni Forum Pemimpin Muda dan Forum Pengusaha Perempuan.(OIN/HAR)) |











