| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 694081| RI Belum Serap Dana Tak Terbatas Timteng |
|
|
| Monday, 02 March 2009 | |
|
JAKARTA- Investor Timur Tengah (Timteng) menyediakan dana tak terbatas (unlimited) untuk Indonesia. Namun, lndonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia belum mampu menyerap dana tersebut untuk sektor riil. "Pemerintah sudah berupaya menarik dana Timteng melalui instrumen sukuk. Namun, ini masih sebatas investasi di portofolio, belum ke sektor riil," ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa pada pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta", Minggu (1/3).
Menurut Erwin, dana Timteng yang diserap Indonesia masih relatif kecil.
Padahal yang tersedia sangat besar. "Bahkan unlimited," ucap dia.
Kecilnya daya serap tersebut disebabkan oleh masih terbatasnya
instrumen investasi bagi lembaga keuangan Timteng di Indonesia.
Keterbatasan itu terlihat dari fokus penggunaan dana hanya untuk
investasi di portofolio namun belum ke sektor riil. "Mereka hanya masuk
pasar modal, sukuk, atau ke surat utang negara," kata Erwin. Erwin
mengatakan, Indonesia masih kalah siap dengan Malaysia. Malaysia sudah
memiliki instrumen investasi dana Timteng yang terkait langsung dengan
pembiayaan berbagai proyek infrastruktur, properti, dan investasi
jangka panjang lainnya. "Kami disini belum mampu membuat sistem,
regulasi, dan kepastian hukum untuk menyerap dana Timteng," kata Erwin.
Bahkan, menurut Erwin, sebagian besar dana Malaysia yang diinvestasikan
di Indonesia merupakan dana dari Timteng. Untuk itu, Indonesia harus
memutuskan mata rantai panjang itu agar Indonesia dapat memperoleh dana
langsung dan lebih murah dari Timteng. Sementara itu. Erwin menegaskan
Indonesia belum mampu menyerap dana dari negara-negara muslim Timteng
kendati Indonesia merupakan negara muslim terbesar. "Amerika dan Eropa
jauh lebih siap dan dananya lari ke sana. Sebab di sana menawarkan
return yang lebih menjanjikan," sambung dia. (rav)
|











