| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1219316| RI Belum Serap Dana Tak Terbatas Timteng |
|
|
| Monday, 02 March 2009 | |
|
JAKARTA- Investor Timur Tengah (Timteng) menyediakan dana tak terbatas
(unlimited) untuk Indonesia. Namun, lndonesia, sebagai negara muslim
terbesar di dunia belum mampu menyerap dana tersebut untuk sektor riil.
"Pemerintah sudah berupaya menarik dana Timteng melalui instrumen
sukuk. Namun, ini masih sebatas investasi di portofolio, belum ke
sektor riil," ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)
Erwin Aksa pada pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF) di
Jakarta", Minggu (1/3).
Menurut Erwin, dana Timteng yang diserap Indonesia masih relatif kecil. Padahal yang tersedia sangat besar. "Bahkan unlimited," ucap dia. Kecilnya daya serap tersebut disebabkan oleh masih terbatasnya instrumen investasi bagi lembaga keuangan Timteng di Indonesia. Keterbatasan itu terlihat dari fokus penggunaan dana hanya untuk investasi di portofolio namun belum ke sektor riil. "Mereka hanya masuk pasar modal, sukuk, atau ke surat utang negara," kata Erwin. Erwin mengatakan, Indonesia masih kalah siap dengan Malaysia. Malaysia sudah memiliki instrumen investasi dana Timteng yang terkait langsung dengan pembiayaan berbagai proyek infrastruktur, properti, dan investasi jangka panjang lainnya. "Kami disini belum mampu membuat sistem, regulasi, dan kepastian hukum untuk menyerap dana Timteng," kata Erwin. Bahkan, menurut Erwin, sebagian besar dana Malaysia yang diinvestasikan di Indonesia merupakan dana dari Timteng. Untuk itu, Indonesia harus memutuskan mata rantai panjang itu agar Indonesia dapat memperoleh dana langsung dan lebih murah dari Timteng. Sementara itu. Erwin menegaskan Indonesia belum mampu menyerap dana dari negara-negara muslim Timteng kendati Indonesia merupakan negara muslim terbesar. "Amerika dan Eropa jauh lebih siap dan dananya lari ke sana. Sebab di sana menawarkan return yang lebih menjanjikan," sambung dia. (rav) |











