| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1219278| Hipmi Minta Fokus Jaga Daya Beli |
|
|
| Tuesday, 03 March 2009 | |
| JAKARTA (SINDO) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta pemerintah menjaga fokus kebijakan penguatan daya beli domestik dan stabilitas sosial, sehingga bisa melewati gejolak perekonomian dengan baik. "Bagi kami, yang lebih bijak (bagi pemerintah) adalah menghadapi kondisi krisis dengan menentukan fokus yang jelas dan langkah-langkah yang konkret," ujar Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa saat dihubungi di Jakarta kemarin. Menurut Erwin, Hipmi akan selalu mendukung kebijakan pemerintah terkait penanganan dampak gejolak perekonomian global terhadap ekonomi domestik."Tingkat ketidakpastian dalam kondisi seperti saat ini sangat tinggi," katanya. Erwin menambahkan, pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah dalam menggenjot daya beli domestik. Ini dilakukan untuk mengompensasi penurunan ekspor akibat penurunan permintaan pasar ekspor dunia seiring krisis ekonomi global. Begitu juga dengan menjaga stabilitas sosial yang diperlukan untuk menjaga optimisme konsumen. Menurutnya, optimisme konsumen sangat dibutuhkan dalam mendorong iklim bisnis dan investasi lebih baik untuk bisa dipertahankan. Kendati begitu, dia mengakui kebijakan pemerintah dan bank sentral harus saling mendukung. Dengan melakukan stimulus fiskal dari sisi pemerintah, tuturnya, sebaiknya BI menurunkan suku bunga BI Rate sebagai stimulus tambahan dari sisi moneter. "Semua kebijakan pemerintah maupun Bank Sentral harus disesuaikan dengan fokus tersebut. BI rate dan yang lainnya juga harus disesuaikan dengan fokus tersebut," tandasnya. Seperti diketahui, laju pertumbuhan ekonomi domestik sepanjang 2009 diperkirakan sejumlah pihak melemah hinggalevel 3,5%.Bahkan, pemerintah merevisi targetnya menjadi 4-5% dari target awal tahun 6,0%. Ini terjadi karena penurunan permintaan ekspor hingga 5-1 % dan realisasi investasi sepanjang tahun ini. Sementara itu, Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Indonesia Bambang Soesatyo meminta pemerintah secepatnya menurunkan harga BBM bersubsidi. Ini dilakukan guna mendorong agar daya beli masyarakat semakin menguat. Dengan menurunkan harga premium, upaya menguatkan daya beli dan peningkatan konsumsi masyarakat akan lebih komprehensif. Lonjakan permintaan mereka akan menstimulasi aktivitas ekonomi domestik," ujarnya. (zaenal muttaqin) |











