| Home |
| About Us |
| Business Units |
| Human Resources |
| Corporate Social Responsibility |
| News |
| Sitemap |
| Contact Us |
| Search |
| Career |
Statistics
Visitors: 1219192| Al Baraka Tunda Investasi |
|
|
| Tuesday, 03 March 2009 | |
|
JAKARTA - Al Baraka Banking Group menunda investasinya di Indonesia hingga kuartal ketiga 2009 akibat dampak krisis keuangan global. Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) Ramzi A Zuhdi mengatakan, komitmen Al Baraka untuk mendanai sejumlah proyek di Tanah Air masih cukup besar. "Minat mereka untuk berinvestasi di Indonesia masih besar, meski harus menunda hingga kuartal ketiga tahun ini." kata Ramzi di Jakarta, Senin (2/3). Dia menilai, pihak Al Baraka masih menghitung ulang agar kesalahan investasi seperti di AS dan Eropa tidak kembali terjadi. Bank asal Timur Tengah itu menderita kerugian akibat penempatan dana pada surat-surat berharga di negara-negara yang terkena krisis keuangan. "Tapi bagaimana pun Albaraka ini investasinya cukup besar," katanya. Albaraka sejauh ini telah menyiapkan investasi sebesar US$ 5 miliar untuk ditanamkan di Indonesia. Sejumlah sektor yang akan dibiayai adalah trading investment, pembiayaan syariah, termasuk mengakuisisi bank. Sebelumnya. Ramzi mengungkapkan Al Baraka siap mengakuisisi Bank Kesawan untuk dikonversi menjadi bank syariah. Albaraka juga telah menandatangani kerja sama dengan Bosowa Corporation untuk pembiayaan berbagai proyek Bosowa yang sedang berjalan.
CSR
Pada kesempatan itu, BI memfasilitasi pertemuan industri perbankan syariah untuk melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Langkah itu digalang oleh sedikitnya 14 unit usaha syariah dan bank umum syariah dengan nilai pendanaan mencapai Rp 1,45 miliar. Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi mengatakan, pihaknya selama ini hanya menyalurkan dana CSR secara sendiri-sendiri. Namun, guna mengoptimalkan kegiatan itu, pihaknya memutuskan untuk menggalang dana dengan mengumpulkan sejumlah bank syariah. "Ini pertama kalinya kita bisa melakukan CSR berjamaah. Kalau selama ini yang disalurkan hanya ratusan juta oleh masing-masing bank syariah, sekarang bisa sampai Rp 1,45 miliar," kata dia. CSR tersebut dikucurkan untuk 1.000 orang kurang mampu di wilayah Sidoarjo. Jawa Timur. Menurutnya, dengan adanya dana bantuan itu, diharapkan bisa mencetak pengusaha mikro yang mampu menumbuhkan perekonomian di Tanah Air. (tya) |











