| Beranda |
| Tentang Kami |
| Unit Usaha |
| Sumber Daya Manusia |
| Tanggung Jawab Sosial |
| Berita |
| Peta Situs |
| Hubungi Kami |
| Pencarian |
| Karir |
Statistics
Pengunjung: 1219297| Al Baraka Tunda Investasi |
|
|
| Tuesday, 03 March 2009 | |
|
JAKARTA - Al Baraka Banking Group menunda investasinya di Indonesia
hingga kuartal ketiga 2009 akibat dampak krisis keuangan global.
Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) Ramzi A Zuhdi
mengatakan, komitmen Al Baraka untuk mendanai sejumlah proyek di Tanah
Air masih cukup besar. "Minat mereka untuk berinvestasi di Indonesia
masih besar, meski harus menunda hingga kuartal ketiga tahun ini." kata
Ramzi di Jakarta, Senin (2/3). Dia menilai, pihak Al Baraka masih
menghitung ulang agar kesalahan investasi seperti di AS dan Eropa tidak
kembali terjadi. Bank asal Timur Tengah itu menderita kerugian akibat
penempatan dana pada surat-surat berharga di negara-negara yang terkena
krisis keuangan. "Tapi bagaimana pun Albaraka ini investasinya cukup
besar," katanya. Albaraka sejauh ini telah menyiapkan investasi sebesar
US$ 5 miliar untuk ditanamkan di Indonesia. Sejumlah sektor yang akan
dibiayai adalah trading investment, pembiayaan syariah, termasuk
mengakuisisi bank. Sebelumnya. Ramzi mengungkapkan Al Baraka siap
mengakuisisi Bank Kesawan untuk dikonversi menjadi bank syariah.
Albaraka juga telah menandatangani kerja sama dengan Bosowa Corporation
untuk pembiayaan berbagai proyek Bosowa yang sedang berjalan.
CSR
Pada kesempatan itu, BI memfasilitasi pertemuan industri perbankan syariah untuk melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Langkah itu digalang oleh sedikitnya 14 unit usaha syariah dan bank umum syariah dengan nilai pendanaan mencapai Rp 1,45 miliar. Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi mengatakan, pihaknya selama ini hanya menyalurkan dana CSR secara sendiri-sendiri. Namun, guna mengoptimalkan kegiatan itu, pihaknya memutuskan untuk menggalang dana dengan mengumpulkan sejumlah bank syariah. "Ini pertama kalinya kita bisa melakukan CSR berjamaah. Kalau selama ini yang disalurkan hanya ratusan juta oleh masing-masing bank syariah, sekarang bisa sampai Rp 1,45 miliar," kata dia. CSR tersebut dikucurkan untuk 1.000 orang kurang mampu di wilayah Sidoarjo. Jawa Timur. Menurutnya, dengan adanya dana bantuan itu, diharapkan bisa mencetak pengusaha mikro yang mampu menumbuhkan perekonomian di Tanah Air. (tya) |











